SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI

Jumat, 15 April 2011

Serangan Ulat Bulu Terus Meluas

Di Jawa Timur, jumlah kota yang dijalari ulat burlu terus bertambah. Jenis ulat bulu pun beda, dan pohan yang diserang pun kini tak hanya pohon mangga melainkan sudah berbagai jenis pohon.
Selain Probolinggo, sebagai kota awal yang diserang ulat bulu di Jawa Timur, kini jumlah kota terus bertambah. Sebelumnya dilaporkan Pasuruan, Banyuwangi, Bojonegoro dan Malang sudah mulai dirambah ulat bulu. Kemarin dilaporkan kota Madiun, Tulungaung, Trenggalek juga dilaporkan mulai dierang ulat bulu.
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menjamin pengobatan bagi masyarakat yang terpapar ulat bulu akan ditanggung pemerintah. "Untuk pengobatan akan ditanggung Pemerintah, tapi gangguan yang ada masih ringan saja, seperti gatal-gatal atau alergi," katanya di sela-sela kunjungan kerja ke Surabaya, Rabu (13/4).
Ia mengemukakan hal itu di sela-sela peninjauan Rumah Sakit Pusat Tropik (RSPT) di kompleks Kampus C Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang akan diresmikan pada Juni-Juli mendatang. Didampingi Rektor Unair Prof Fasich Apt dan Direktur Sumber Daya Unair Dr Fendy Suhariadi, Menkes menjelaskan, pengobatan merupakan langkah terakhir, karena langkah terpenting adalah pencegahan hama ulat bulu itu.
"Untuk pencegahan, saya kira Kementerian Pertanian sudah melakukan langkah-langkah pembasmian melalui penyemprotan obat untuk membunuh hama ulat bulu itu," ucapnya.
Namun, ia menyarankan masyarakat untuk memelihara predator alami yang membunuh hama ulat bulu, di antaranya burung, tokek, atau pohon mindi. "Informasinya, kalau diberi daun mindi akan mabuk dan akhirnya mati," ujar Menteri yang sempat meninjau RSPT Kemkes/Unair hingga ke lantai 5 itu.
Di Jawa Timur, hama ulat bulu awalnya menyerang pohon mangga di Kabupaten Probolinggo dan saat ini tercatat 14.813 dari 1.227.879 pohon mangga (1,2 persen) telah terserang. Hama ulat bulu di Probolinggo menyerang daun mangga mulai Maret, dan puncak serangan terjadi pada 6 Maret 2011 di sembilan kecamatan secara sporadis pada malam hari.
Berdasarkan pengamatan BPTP, BPTPH Jawa Timur, dan IPB di lapangan menemukan ulat bulu yang menyerang di Probolinggo ada dua spesies dari famili 'Lymantriidae' yakni 'Lymantria marganita' dan 'Arctornis submarginata'. Saat ini, hama ulat bulu juga ditemukan di daerah lain di Jatim (Madiun, Sidoarjo, Jember, Bojonegoro dan sebagainya), bahkan kini juga ada di Jateng dan Jabar serta Bali.
Sementara itu kemarin dilaporkan, ulat bulu mulai masuk kota marmer, bahkan serangannya terus meluar. Awalnya serangan binatang menjijikkan itu hanya terjadi di Kecamatan Ngantru. Itupun hanya pada beberapa pohon milik warga. Namun kini ulat bulu telah meluas enam kecamatan.
Kecamatan kecamatan yang menjadi sasaran serangan ulat bulu di Kota Marmer yaitu, Ngantru, Besuki, Campurdarat, Tulungagung, Karangrejodan Boyolangu. Pada umumnya, binatang itu menempel pada beberapa pohon milik warga. Seperti pohon mangga dan kedondong. Namun lama kelamaan meluas ke pohon lain.
Serangan ulat bulu yang semakin meluas itu membuat beberapa warga membuat warga jadi panik. Mereka khawatir serangan ulat bulu itu tidak hanya pada tanaman, namun takut jika nanti meluas ke tempat tinggal mereka. Agus Utomo, salah seorang warga Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki sangat getol dalam memberantas ulat bulu yang menyerang desanya.
“Agar tidak sampai meluas, kami bersama warga lain kompak memberantasnya. Kami juga minta bantuan dan petunjuk dinas pertanian untuk menaggulangi serangan binatang itu,” ujarnya.
Agar serangan binatang mudah berkembang biak itu tidak cepat meluas, Dinas Pertanian Tanaman dan Pangan Kabupaten Tulungagung melakukan penyemprotan pada pohon pohon milik warga yang ditempeli binatang, yang bulunya mengandung racun itu. Bahkan dinas pertanian tanaman dan pangan telah membuka posd pengaduan, serta menerjunkan puluhan petugas untuk mengantisipasi perkembangan ulat bulu ke desa desa.
Kepala Dinas Pertania Tananman dan Pangan Kabupaten Tulungagung Tatang Suhartono, melalui Kordinator Bidang Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman, Sugeng, saat ditemui disela sela kegiatannya di Hotel Tanjung, mengatakan bahwa serangan ulat bulu di Tulungagung telah meluas ke enam kecamatan. Yang terparah di Kecamatan Kota Tulungagung, Kelurahan Kutoanyar dan Kecamatan Campurdarat di Desa Pelem.
 “Untuk mengantisipasi meluasnya serangan ulat bulu, kami melakukan pemantauan ke sejumlah wilayah yang terkena serangan ulat. Selain itu juga menyediakan pestisida untuk mengantisipasi penyebaranya. Bahkan juga terus melakukan penyemprotan pada daerah daerah yang telah terserang binatang itu,” jelas Sugeng.
Selain melakukan penyemprotan dan menerjunkan beberapa petugas ke lapangan. Dinas pertania juga telah mengambil sample ulat tersebut untuk diteliti di laboratorium Wonorejo. Tujuannya untuk mengetahui spesies ulat tersebut. Sayang hingga kini, dinas pertanian belum juga mengumumkan hasilnya.
“Kelihatannya, ulat bulu yang menyerang Tulungagung ini ada beberapa jenis. Setidaknya menurut pengamatan kami ada tiga spesies. Indikasinya bentuk badan dan bulunya berbeda beda. Tapi kami belum bisa memastikan jenisnya. Masih menunggu hasil uji labnya,” pungkas Sugeng.

Gelar Istighotsah

Ribuan Santri dan Wali Murid di Yayasan Pendidikan Islam Raden Fatah, Desa Tarokan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo Selasa(12/5) malam kemarin menggelar pengajian akbar atau istighotsah akbar.
Istighotsah yang diikuti semua siswa/siswi mulai dari tingkat MI, Tsanawiyah dan SMA digelar dihalaman depan kantor sekolah setempat.
Tampak para siswa dan warga sekitar yang secara antusias mengikuti jalannya istighosah yang berlangsung sekitar 3 jam tersebut. Lantunan shalawat Nabi dan bacaan ayat-ayat Suci Al-Qur'an menggema di sepanjang ruang ponpes yang didirikan oleh Almarhum KH. Rowi.
Istighotsah yang digelar untuk keselamatan umat dan agar terhindar dari hama ulat bulu yang sudah menyebar seantero tanah air ini dipimpin langsung oleh Pimpinan Yayasan Raden Fatah, KH. Ainul Yakin Sag.
Selain untuk menghindari ulat Bulu, istighosah ini digelar agar nantinya saat melaksanakan Ujian Nasional (UN) para Murid di Indonesia bisa lulus dengan predikat Nilai yang cukup baik tanpa kendala.
Menurut pimpinan Yayasan Raden Fatah, KH Ainul Yakin Sag, menjelaskan, ujian Nasional (UN) tahun ini, agar bisa lebih baik dan sukses dengan tahun sebelumnya. ”Semoga para siswa/siswi yang ikut
ujian lulus semua, “ harap KH Aenul Yakin Sag, seusai pelaksanaan Istighosah dihalaman sekolah Randen Fatah itu.
Selama ini, lebih jauh menurut kiai kelahiran asal kota Kerawang, Jawa Barat ini menjelaskan, sering terjadi beberapa siswa/siswi yang lemah mentalnya, banyak yang stres saat pra dan pasca Ujian Nasional.
“Pelaksanaan Istighosah ini, tak hanya untuk dilingkungan sekolah Raden Fatah saja, namun doa akbar ini juga untuk semua rakyat Indonesia, agar pelaksanaan UN berjalan lancar dan sukses,“pintanya.
Harapan Istighosah yang dihadiri ratusan wali murid, tak hanya mendoakan siswa/siswinya, untuk sukses pelaksanaan Ujian Nasional.
Namun disela-sela Istighosah, KH Aenul Yakin, juga memimpin doa akbar terkait musibah yang sering terjadi di Indonesia, khususnya di Probolinggo seperti semburan debu gunung Bromo, dan munculnya jutaan ulat bulu yang merambah di 9 Kecamatan, di Kabupaten Probolinggo.
“Mudah-mudahan musibah Ulat bulu itu, hanya merupakan suatu ujian saja. Dengan Istighosah ini, bisa dijauhi musibah dan tidak lagi muncul ulat bulu itu, yang kini mulai merambah ke daerah lain,

3 komentar: